Posted by: Byra De on: April 29, 2012
Apa yang dikerjakan, tak selamanya membuahkan hasil yang memuaskan. Harus mengalami berulangkali kegagalan. Seperti Thomas Alfa Edison — beliau mengalami kegagalan dulu sebelum akhirnya menemukan penemuan bola lampu yang mengubah teknologi dunia.
Namun, terkadang kegagalan dapat “membunuh” seseorang. Seperti halnya beberapa penemu di bawah ini, mereka “terbunuh” oleh penemuan mereka sendiri. Read the rest of this entry »
Posted by: Byra De on: April 27, 2012
Pamekasan | Tim Satpol PP menggrebek seorang Pelajar SMA Negeri di Kota Pamekasan saat melakukan pesta seks di sebuah kamar kos Jalan Pramuka, Jumat (27/4/2012) siang.
Pelajar berambut ala Boy Band itu ditemukan oleh Satpol PP ketika sedang bercinta dengan 2 orang gadis. Ketiga remaja itu berebut mengenakan baju saat Satpol PP menggere
bek mereka. Read the rest of this entry »
Posted by: Byra De on: April 27, 2012
Air peluh itu menetes dari dahi seorang wanita berusia sekitar empatpuluh enam tahun. Dengan penuh rasa semangat, dia melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Membersihkan rumah, memasak—semua itu dilakukan hanya karena untuk menyambut kedatangan sang suami terkasih.
Ya, wanita itu adalah mamaku. Mama yang telah susah payah melahirkanku, yang telah memelihara dan merawatku hingga sebesar ini, mendidikku dengan baik. Mama yang tak pernah mengeluh dan selalu bijaksana dalam menghadapi setiap masalah dalam kehidupannya. Read the rest of this entry »
Posted by: Byra De on: May 2, 2011
Nisa berjalan meninggalkan kelas, menuju halaman depan kampus. Ada seseorang yang menunggunya di sana, sehingga membuatnya harus cepat-cepat menghampirinya.
“Andre, maaf, nunggu lama, ya? Kuliahku baru aja selesai.”
Pemuda bernama Andre itu memutar tubuhnya, menghadap Nisa. Seuntai senyum terurai lembut dari bibirnya. Sorot matanya yang teduh—menatap Nisa dengan lembut.
“Nggak apa-apa kok, Sa,” jawabnya dengan halus. Nisa berjalan mendekatinya, lalu berdiri di sampingnya.
Andre menatap Nisa semakin dalam. Tangan kanannya membelai jilbab yang membalut kepala Nisa—membuat Nisa spontan menarik kepalanya. Andre tertawa kecil melihat reaksi Nisa tersebut.
“Kamu benar-benar udah berubah, ya? Entah kenapa, sejak kamu memutuskan untuk memakai jilbab, dengan sekejap sifatmu pun berubah.”
Nisa mengerenyitkan alis. “Maksudmu berubah?,” tanyanya heran.
Andre tersenyum. Ia memutar tubuhnya membelakangi Nisa, menghadap ke kolam yang terdapat di halaman kampus tersebut. Read the rest of this entry »
Posted by: Byra De on: January 4, 2011
Wanita memang makhluk yang susah dimengerti karena mereka cenderung menggunakan perasaan. Namun apakah Anda (para pria) mengerti apa yang dirasakan wanita?
Berikut adalah beberapa fakta wanita yang mungkin dapat membantu Anda (para pria) untuk dapat memahaminya lebih dalam : Read the rest of this entry »
Posted by: Byra De on: December 29, 2010
Siapakah yang berjalan di sampingku?
Aku seperti tak mengenalnya
Tatap matanya yang kosong
seperti tanpa cinta di dalamnya
Langkah kakinya yang cepat
seperti tak mengimbangi derap langkahku
Siapakah yang berjalan di sampingku?
Senyumnya nampak dingin, mungkin sedingin es
Tiada kehangatan yang terasa
sekalipun ia mengenggam tanganku…
Tiada derai tawa yang terdengar tulus dari bibirnya
Hanya air muka yang selalu nampak keruh
Siapakah yang berjalan di sampingku?
Mungkin aku pernah mengenalnya
Dia yang dulu selalu tersenyum ramah kepadaku
Dia yang dulu selalu hangat dan penuh kasih
Dia yang dulu selalu membuat kembang hatiku bermekaran
Dia…
Ya, dia adalah kekasih bagi hatiku
dulu…
Selasa, 28/12/10
(Originally by : “ardw”)
Posted by: Byra De on: December 1, 2010
Di saat hatiku mulai lelah mencari sebongkah cinta abadi
yang tiada kutemukan di fananya dunia ini
Kau datang laksana rembulan
dan membawa sejuta cinta untuk malamnya
Kau hadir dengan segurat senyuman
yang mampu luluhkan hatiku dari dinding-dinding cinta yang beku
Kehangatan harimu mampu berikan warna
pada setiap langkahku yang semu
Tiada penah terpikir aku kan seperti ini kepadamu
Saar pertama mengecup bibirmu…
terasa manisnya menempel pada bibirku
Saat pertama kau peluk diriku…
seperti ada daya yang kuat menarikku
hingga ku tak mampu untuk lepas darimu…
Oh cinta…
Sinarmu seperti ramahnya matahari pagi
yang lembut menurunkan cahayanya bagi insan di bumi
Aku berharap…
Aku takkan pernah kehilangan sinar lembutnya cintamu…
Posted by: Byra De on: November 26, 2010
Jumat, 26/11/10
Hari ini aku sangat merasa gelisah. Hatiku merasa tidak tenang. Aku sangat kepikiran dia yang sedang berada jauh dariku. Dia yang sekarang sedang berada di Bandung selama lima hari.
Ya, dia ke sana karena ada acara kampus (study banding). Aku memaklumi itu, tapi yang membuatku sedih adalah dia seolah tidak memikirkan perasaanku di sini. Aku berulangkali mengucapkan kata “kangen” kepadanya, namun dia tidak memperhatikanku. Dia hanya bercerita tentang aktivitasnya di sana, mengungkapkan kecintaan dan kerinduannya terhadap kota kembang itu. Aku mengerti, karena memang di sana dia dilahirkan. Tapi, caranya bercerita terlalu berlebihan.
Aku sendiri berasal dari Jawa. Aku lahir di Surabaya. Jadi, terkadang jika mendengar caranya bercerita itu sedikit menyinggungku sebagai orang Jawa. Bukannya membeda-bedakan suku atau ras, tapi aku heran saja mendengar dia bercerita, seperti bersemangat sekali. Seolah-olah, dia ingin menetap di sana dan tidak ingin kembali ke Jawa – tepatnya di Surabaya. Aku sedih sekali. Aku sangat merindukannya.
Rasa rindu ini membuat dadaku terasa perih. Aku benar-benar tak kuasa menahannya. Jika diizinkan dan tidak mengingat akan janjiku kepadanya harus jaga diri demi dia, mungkin saat ini aku telah menggoreskan lenganku dan mengukir namanya di atas permukaan kulit.
Ya Allah, maafkanlah aku atas perasaan ini…
Posted by: Byra De on: November 22, 2010
Senin, 22/11/10
Hari ini mentari telah menunjukkan keceriaannya
Walaupun di awal terlihat murung
dan langit sempat menangis
Namun ku bersyukur…
Karena telah bertemu pasangan hatiku
Terima kasih cinta…
Kau telah mengobati kerinduan hati yang paling dalam
Semoga kau selalu merindukanku
dalam hatimu… ^^
Posted by: Byra De on: November 10, 2010
Malam begitu sunyi…
Begitu kelam, sehingga ku tak dapat mendengar suara
Nyanyian malam yang selalu mengiringi hati
Sebelum tidur, sampai terbawa mimpi…
Malam pun semakin larut…
Semakin terasa kesedihan yang menyelimuti hati
Rembulan tak nampak di peraduannya
Bintang-bintang pun enggan untuk berkelip ceria di atas sana
Semakin gundah, semakin gelisah…
Pikiran melayang entah kemana
Terbawa semilir angin malam yang begitu menusuk
Entah mengingat apa…
Mungkin hanya terpikirkan dirinya
Malam semakin larut dan semakin sunyi
Semakin ku tak mendengar apapun
Benar-benar sunyi…
Sesunyi perasaan hati yang hampa ini
Karenanya…